
SUKABATAM.com – Infrastruktur yang bagus adalah tulang punggung bagi perkembangan suatu wilayah, dan dalam usaha untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) telah memulai program perbaikan jalan di sejumlah lokasi rawan kerusakan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Cara ini diambil sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Pemeliharaan jalan di Tanjungpinang dan Bintan ini berupa pengaspalan dan juga pemugaran gorong-gorong. Selain itu, juga terkait penanganan longsor,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam sebuah pernyataan di Tanjungpinang, Senin (28/7/2025).
Anggaran dan Prioritas Perbaikan
Pemprov Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,68 miliar dari Anggaran Penghasilan dan Belanja Wilayah (APBD) Tahun 2025 buat pelaksanaan pemeliharaan di 16 titik krusial, termasuk di dalamnya penanganan longsoran, pengaspalan, dan pergantian gorong-gorong yang mengalami kerusakan. Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, merinci bahwa pekerjaan ini dibagi ke dalam tiga paket primer. Pertama adalah pemeliharaan berkala di Kota Tanjungpinang dengan anggaran sebesar Rp3,29 miliar, yang meliputi pengaspalan di Jalan MT Haryono, DI Panjaitan, dan peninggian badan jalan di Jalan Daeng Kamboja.
Kedua adalah pemeliharaan rutin di Kabupaten Bintan dengan alokasi dana sebesar Rp2,96 miliar. Fokus dari paket ini adalah penanganan masalah longsor serta kegiatan pengaspalan di ruas jalan Lintas Barat – Tembeling hingga Lagoi. Terakhir, adalah pemeliharaan berkala di Bintan yang dianggarkan sebesar Rp2,42 miliar, dimana pekerjaan ini mencakup pemasangan box culvert serta pemugaran kerusakan berat di Jalan Nusantara – Kijang. Seluruh proyek ini telah dimulai sejak 24 Juni 2025 dan diharapkan akan rampung dalam kurun waktu 180 hari kalender, atau sekitar enam bulan.
Akibat dan Harapan Buat Masyarakat
Walau bertujuan untuk menaikkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan, proses pemeliharaan ini tentunya tak terlepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah potensi kemacetan lalu lintas sementara di beberapa letak. Rodi Yantari pun mengakui kemungkinan adanya efek negatif ini terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. “Mungkin pemeliharaan ini buat fana dapat menimbulkan kemacetan. Atas ketidaknyamanan ini, kami berharap masyarakat dapat memakluminya,” kata Rodi. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan ini penting buat memastikan agar jalan masih mampu berfungsi optimal, memperpanjang umur infrastruktur serta mengurangi biaya operasional kendaraan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan ini, krusial bagi pemerintah daerah dan pihak terkait buat lanjut berkomunikasi dengan masyarakat, memberikan informasi terkini terkait progres serta rencana pelaksanaan pekerjaan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan masukan akan sangat berguna buat memperbaiki layanan infrastruktur ke depan. Dengan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan sebagai prioritas, program pemugaran ini diharapkan dapat menjawab asa masyarakat Kepri. Infrastruktur yang baik tidak hanya mendukung mobilitas tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, oleh sebab itu, meski menghadapi ketidaknyamanan fana, hasil jangka panjangnya diharapkan dapat dirasakan oleh semua penduduk Tanjungpinang dan Bintan.
Melalui langkah ini, Pemprov Kepri menunjukkan komitmennya buat mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat serta berusaha memenuhinya secara bertanggung jawab. Dari mulai pemeliharaan kecil hingga proyek besar, segala pemugaran dilakukan dengan seksama dan telah mempertimbangkan berbagai aspek demi menjaga infrastruktur jalan yang kondusif dan nyaman bagi semua. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat sendiri, diharapkan daerah ini dapat terus maju dan berkembang secara berkelanjutan.




