
SUKABATAM.com – Laga sepak bola antara Persita Tangerang dan PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League pekan ini berlangsung sengit. Persita Tangerang berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1, yang menandakan kekalahan pertama bagi pasukan Juku Eja di musim ini. Laga tersebut diselenggarakan di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (11/9/2025), dan dihadiri oleh ribuan penonton yang mendukung tim kesayangan mereka masing-masing.
Pertarungan Tanpa Henti di Lapangan
Laga dimulai dengan tempo tinggi di mana kedua tim sama-sama menunjukkan transisi lekas antara bertahan dan menyerang. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persita nampak lebih agresif dalam menyerang. Agresi demi serangan dilancarkan oleh tim asuhan Carlos Pena tersebut. Di menit ke-15, Persita mendapatkan penalti pertamanya setelah salah satu pemeran PSM melakukan handball di dalam kotak penalti. Eksekusi penalti yang diam dan terarah dari pemeran Persita berhasil membawa timnya unggul lebih dulu, yang disambut sorakan meriah dari suporter tuan rumah.
Walau PSM Makassar tertinggal lebih dulu, semangat juang dari para pemain tak surut. Mereka lanjut mencoba menembus pertahanan kokoh yang dibangun oleh Persita. Tetapi, usaha dari tim tamu tampaknya harus terhalang tembok kokoh di lini belakang Persita yang dipimpin oleh kapten mereka. Hingga babak pertama usai, skor masih 1-0 untuk keunggulan Persita.
Kunci Kemenangan Berkat Strategi Masak
Memasuki babak kedua, PSM Makassar mencoba lebih menekan pertahanan Persita dengan strategi agresi balik cepat. Hasilnya, di menit ke-60, PSM berhasil menyamakan kedudukan melalui skema bola wafat yang dieksekusi dengan sempurna. Gol penyeimbang ini memberikan angin segar bagi Juku Eja dan membuat pertandingan semakin memanas. Kedua tim masih adu serangan berbahaya, dengan PSM mencari celah buat menciptakan peluang.
Tetapi, Persita Tangerang yang tak mau kehilangan tiga poin di kandang langsung membalas dengan permainan cepat yang kembali membahayakan lini pertahanan PSM. Pada menit ke-75, Persita kembali mendapatkan kesempatan penalti setelah salah satu pemain PSM melakukan pelanggaran di wilayah terlarang. Eksekusi kedua ini pun berhasil dimaksimalkan oleh pemeran yang sama, membuat Persita kembali unggul 2-1. “Penalti adalah porsi dari permainan, dan kami telah melatihnya dengan baik,” ungkap Carlos Pena usai pertandingan.
Hingga akhir laga, tak ada tambahan gol tercipta meskipun kedua tim lanjut mencoba menambah koleksi gol. Kemenangan ini memberikan suntikan moral bagi Persita untuk lanjut bertanding di papan lagi klasemen fana BRI Super League. Sementara itu, pasukan PSM Makassar harus segera bangkit dari kekalahan ini dan memperbaiki performa mereka dalam laga-laga berikutnya guna mempertahankan posisi mereka di papan atas.
Kemenangan ini juga menyoroti performa cemerlang instruktur anyar Persita, Carlos Pena, yang sukses menerapkan strategi efektif di lapangan. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Pena menyatakan, “Kami tahu betapa sulitnya menghadapi tim sekelas PSM. Tetapi, aku bangga dengan cara anak-anak bermain dan menghormati instruksi yang diberikan.” Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat lain bagi Persita ketika mereka bersiap menghadapi musuh selanjutnya. Adapun PSM perlu segera memperbaiki strategi mereka agar tak kehilangan lebih banyak poin dalam kompetisi yang semakin ketat ini.



