
SUKABATAM.com – Di era digital yang berkembang pesat seperti saat ini, pendidikan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan judi online semakin mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk aparat kepolisian. Salah satunya adalah Bripka Samsurizal yang aktif memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bahaya dari narkoba dan akibat negatif dari judi online. Dengan semakin terbukanya akses terhadap informasi dan kemudahan teknologi, risiko terjerumus ke dalam penggunaan narkoba dan aktivitas judi online semakin tinggi, terutama di kalangan pemuda.
Pentingnya Edukasi Sejak Dini
Generasi muda merupakan aset berharga bagi negara. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan dengan bekal moral dan pengetahuan yang kuat agar bisa menghadapi tantangan zaman. Namun, di lagi perkembangan teknologi yang pesat, banyak anak muda yang terjebak dalam kebiasaan buruk seperti penyalahgunaan narkoba dan berjudi online. “Kita harus bisa menjaga dan melindungi generasi muda dari pengaruh jelek, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang berguna bagi bangsa dan negara,” kata Bripka Samsurizal.
Menyantap urgensi tersebut, Bripka Samsurizal mengambil inisiatif untuk melakukan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba dan judi online. Kegiatan ini tak cuma melibatkan sekolah-sekolah, tetapi juga komunitas dan masyarakat luas. Melalui pendekatan yang komunikatif dan persuasif, Bripka Samsurizal berusaha menjangkau hati dan akal generasi muda agar lebih waspada terhadap bahaya yang mengintai mereka.
Peran Manusia Tua dan Masyarakat
Menghadapi tantangan bahaya narkoba dan judi online bukanlah tugas yang bisa diselesaikan oleh aparat keamanan saja. Peran orang tua dan masyarakat sangat diperlukan dalam membentengi generasi muda dari ancaman ini. Dalam berbagai kesempatan, Bripka Samsurizal juga menekankan pentingnya keterlibatan manusia uzur dalam memantau kegiatan anak-anak mereka, serta pentingnya melakukan komunikasi yang baik di dalam keluarga. “Peran orang uzur sangat besar pengaruhnya dalam membentuk watak dan kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan edukasi dan pencegahan dini,” jelas Samsurizal.
Di sini, masyarakat juga dituntut untuk proaktif memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang mendukung usaha pencegahan bahaya narkoba dan judi. Dengan kebersamaan dan kepedulian, ancaman ini dapat diminimalisir sehingga generasi muda dapat berkembang menjadi individu yang sehat dan produktif. Melalui berbagai kegiatan sosial dan kerjasama lintas sektoral, upaya pencegahan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal demi terwujudnya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.




