
Peran Krusial Ekspor dalam Perekonomian Kepri
SUKABATAM.com – Ekspor nonmigas dan migas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan yang signifikan di semester pertama tahun 2025. Dua negara yang mencuat sebagai mitra dagang utama adalah Amerika Perkumpulan dan Singapura, dimana kedua negara ini memegang peranan krusial dalam capaian ekspor tersebut. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, ekspor ke Amerika Perkumpulan mencapai angka fantastis sebesar US$2.659,01 juta, memberikan kontribusi sebesar 25,98 persen dari total ekspor nonmigas selama periode Januari hingga Juni 2025. “Amerika Perkumpulan menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari – Juni 2025, sementara Singapura masih mendominasi ekspor migas,” ujar Dr. Margareta Ari Anggorowati, Kepala BPS Kepri, dalam rilis valid yang diterima Jumat, 1 Agustus 2025.
Singapura, di sisi lain, tak kalah pentingnya dalam perekonomian Kepri, khususnya di sektor migas. Ekspor Kepri ke Singapura, baik buat migas maupun nonmigas, mencapai US$3.471,10 juta, yang merupakan 28,18 persen dari total ekspor selama semester pertama tahun ini. Ekspor migas ke Singapura sendiri menempati posisi tertinggi dengan nilai US$1.348,69 juta, memberikan kontribusi sebesar 64,72 persen terhadap total ekspor migas Kepri. Dengan nomor tersebut, Singapura semakin mempertegas posisinya sebagai hub regional dalam perdagangan daya dan bahan bakar, serta sebagai pusat logistik yang kuat dengan Kepri.
Dominasi Komoditas Industri dan Infrastruktur Ekspor
Selain mitra dagang yang kuat, ekspor di Kepri didorong oleh komoditas unggulan berupa mesin dan peralatan listrik yang menyumbang angka signifikan dalam ekspor nonmigas. Komoditas ini, yang mempunyai kode HS 85, mencatat nilai ekspor sebesar US$5.066,11 juta atau menyumbang 49,50 persen dari total ekspor nonmigas. Keberhasilan ini menunjukkan daya saing industri manufaktur Kepri di pasar internasional, terutama dalam produk elektronik dan peralatan teknologi tinggi. “Produk-produk ini menunjukkan daya saing industri manufaktur Kepri di pasar internasional, khususnya buat produk elektronik dan peralatan teknologi tinggi,” tambah Margareta.
Di sektor logistik, Pelabuhan Batu Ampar menjadi pintu utama ekspor dengan nilai sebesar US$7.016,84 juta, diikuti oleh pelabuhan lainnya seperti Sekupang, Tanjung Balai Karimun, Kabil/Panau, dan Kijang. Keberhasilan lima pelabuhan ini berkontribusi pada 90,25 persen dari seluruh ekspor Kepri selama semester pertama tahun 2025. Seluruh faktor ini menunjukkan peningkatan yang stabil dalam infrastruktur pelabuhan dan kapasitas angkut yang memadai buat mendukung aktivitas ekspor.
Seiring dengan pertumbuhan ini, capaian ekspor Kepri selama Januari – Juni 2025 mencapai total US$12.318,39 juta, naik 26,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, ekspor nonmigas pada Juni 2025 mencapai US$1.570,34 juta, mengalami peningkatan 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan ekspor migas mencatat kenaikan 41,06 persen menjadi US$332,03 juta. Dengan demikian, Amerika Serikat dan Singapura tetap berperan sebagai negara tujuan ekspor utama bagi Kepri, memperteguh interaksi ekonomi yang saling menguntungkan di masa depan.



